SDN 261 Limbua Dapatkan Tandon Air Berkapasitas 1.200 Liter Melalui Aksi Kolektif

LUWU TIMUR – Semangat kebersamaan antara TNI, guru, dan orang tua siswa terlihat dalam pemasangan tandon air di SDN 261 Limbua, Desa Parumpanai, Kabupaten Luwu Timur, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo untuk mendukung ketersediaan air bersih di lingkungan sekolah.

Sebanyak 12 personel Satgas TMMD yang dipimpin Serda Wayan bekerja bersama orang tua siswa dan para guru memasang tandon berkapasitas 1.200 liter di atas menara besi setinggi lima meter.

Proses pengerjaan dimulai pukul 08.30 WITA. Tandon yang telah disiapkan diangkat secara bersama-sama ke atas menara, kemudian dipasang dan dihubungkan dengan sistem pompa serta jaringan perpipaan menuju fasilitas sekolah.

Pekerjaan tersebut merupakan kelanjutan dari pengeboran sumur yang diselesaikan sehari sebelumnya. Pada Selasa (27/10/2026), Satgas TMMD berhasil menyelesaikan sumur bor hingga kedalaman 40 meter. Sumur tersebut dilaporkan menghasilkan air jernih dengan debit sekitar 1,8 liter per detik.

Agar air dapat digunakan secara praktis, Satgas melengkapi sumber air dengan pompa jet pump berdaya 250 watt, pipa hisap, pipa dorong, dan jaringan distribusi. Sistem radar otomatis juga dipasang untuk membantu mengatur pengisian tandon sesuai ketinggian air.

Jaringan tersebut menghubungkan tandon dengan enam keran cuci tangan di depan kelas, empat keran wudu di musala, dua toilet siswa, dapur UKS, dan keran taman. Dengan susunan itu, air dari satu sumber dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di lingkungan sekolah.

Pemasangan tandon juga menjadi jawaban atas kesulitan air yang telah dialami warga sekolah selama kurang lebih lima tahun. Sebelum fasilitas tersebut tersedia, sejumlah keran cuci tangan tidak berfungsi dan toilet siswa terkendala pasokan air.

Setelah seluruh instalasi diperiksa, pompa dinyalakan untuk mengisi tandon. Dalam waktu sekitar 15 menit, tandon berkapasitas 1.200 liter terisi penuh dan air mulai mengalir ke titik-titik distribusi.

Personel Satgas bersama pihak sekolah turut membersihkan keran cuci tangan, memasang tempat sabun, memperbaiki keran wudu, dan membersihkan toilet siswa agar fasilitas tersebut siap digunakan.

Dan SSK TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, Kapten Inf Badar, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak.

“Penyediaan air bersih di sekolah membutuhkan sarana yang lengkap, mulai dari sumur bor, tandon, pompa, hingga jaringan distribusi. Kami bekerja bersama masyarakat agar fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan siswa dan guru. Sekolah harus memiliki air supaya anak-anak bisa menjaga kebersihan dan kesehatannya,” ujar Kapten Inf Badar.

Keterlibatan orang tua siswa dalam pengerjaan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas umum dapat menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian bersama. TNI memberikan dukungan tenaga dan pengerjaan, sedangkan pihak sekolah serta masyarakat ikut membantu agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kegembiraan juga terlihat dari para siswa yang langsung mencoba keran cuci tangan ketika air mulai mengalir. Rian (11), siswa kelas V, mengaku senang karena kini tidak lagi kesulitan mencuci tangan di sekolah.

“Sekarang air sudah mengalir dan ada sabun. Saya senang karena bisa mencuci tangan setelah bermain dan sebelum makan. Toilet juga sudah ada airnya,” tutur Rian.

Pembangunan fasilitas air bersih di SDN 261 Limbua menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Melalui TMMD ke-130, Kodim 1403/Palopo berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat. Ke depan, perawatan sumur, tandon, pompa, dan jaringan pipa diharapkan menjadi tanggung jawab bersama agar sarana tersebut tetap berfungsi dengan baik.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *