Desa Jarin Terpilih dalam Program TMMD ke-130 untuk Mewujudkan Pembangunan Merata

PAMEKASAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak sekadar berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi salah satu upaya mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Prinsip tersebut terlihat dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan yang dipusatkan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Pemilihan Desa Jarin sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil survei Kodim 0826/Pamekasan bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan, desa tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan infrastruktur jalan, kondisi rumah warga yang belum layak huni, hingga minimnya akses air bersih dan sanitasi.

Kondisi jalan penghubung tiga dusun, yakni Dusun Morsoksok, Dusun Barat, dan Dusun Kotalon, sebelumnya masih berupa tanah dan batu. Ketika musim hujan tiba, jalan menjadi sulit dilalui sehingga menghambat aktivitas masyarakat, termasuk para petani dalam mengangkut hasil pertanian.

Selain itu, sejumlah rumah warga masih membutuhkan perbaikan karena menggunakan dinding anyaman bambu dan lantai tanah. Keterbatasan air bersih, khususnya saat musim kemarau di Dusun Paninggin, juga menjadi perhatian melalui pembangunan sumur bor dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

Pasiter Kodim 0826/Pamekasan Kapten Chb Aman Karyoko menjelaskan bahwa penentuan lokasi TMMD mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan tingkat ketertinggalan pembangunan suatu wilayah.

“TMMD itu bukan bagi-bagi proyek, tapi pemerataan. Kami cari desa yang kalau tidak dibantu, pembangunannya akan tertinggal 5 sampai 10 tahun dari desa lain,” ujarnya saat ditemui di Balai Desa Jarin, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, pembangunan di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Jalan yang dibangun, misalnya, dapat mempermudah aktivitas petani, pelajar, hingga warga lanjut usia.

Tokoh masyarakat Dusun Kotalon, Samsul Ma’arif, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sebelumnya kerap menyulitkan warga, terutama anak-anak yang hendak berangkat sekolah.

Setiap musim hujan, anak-anak bahkan harus memutar hingga dua kilometer karena jalan yang berlumpur sulit dilewati.

Melalui TMMD, pembangunan di Desa Jarin diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Infrastruktur jalan yang lebih baik akan mendukung mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Desa Jarin, Moh. Zuhri, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dengan kemampuan anggaran desa membutuhkan waktu cukup panjang apabila dilakukan secara bertahap.

“Kalau jalan ini dibangun pakai dana desa saja, butuh 4 tahun baru selesai karena anggarannya dibagi. Dengan TMMD, semua selesai dalam satu bulan. Inilah pemerataan yang kami rasakan,” ungkapnya.

Melalui program TMMD ke-130, Kodim 0826/Pamekasan berupaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan desa. (Pendim 0826)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *