
LABUHANBATU SELATAN – Perlahan Suroto (62) membawa kayu dan lembaran seng di lokasi pembangunan rumahnya di Dusun Simpang Mulia, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Gerakannya sederhana, namun menyimpan makna tentang semangat dan keteguhan hati seorang warga yang ingin memiliki rumah lebih layak.
Di tengah pengerjaan RTLH oleh Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Suroto tidak memilih hanya menjadi penonton. Ia ikut membantu memindahkan material bangunan dan menatanya dengan rapi sesuai kebutuhan pekerjaan.
Meski usia telah memasuki 62 tahun, semangatnya masih terlihat jelas. Setiap langkah dilakukan dengan hati-hati karena kemampuan fisiknya tidak lagi seperti ketika masih muda.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalanginya untuk memberikan tenaga. Baginya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan merupakan bentuk partisipasi dalam pembangunan rumah yang selama ini menjadi harapannya.
Pemandangan tersebut menjadi bagian dari suasana gotong royong yang tercipta di lokasi TMMD. Personel TNI bekerja, sementara masyarakat turut membantu sesuai kemampuan masing-masing.
Kebersamaan seperti itu membuat proses pembangunan terasa lebih dekat dengan masyarakat. Rumah yang sedang dikerjakan menjadi hasil dari kepedulian dan kerja bersama, bukan semata-mata pekerjaan konstruksi.
Suroto sendiri tampak menjalani proses tersebut dengan penuh ketabahan. Raut wajahnya memperlihatkan rasa syukur karena rumah yang diharapkannya perlahan mulai diwujudkan.
Bagi dirinya, rumah tersebut nantinya bukan hanya tempat tinggal. Hunian itu menjadi tempat untuk berteduh, beristirahat, dan menikmati hari-hari dengan rasa aman dan nyaman.
Semangat Suroto menjadi pesan bahwa perjuangan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana. Di usia senja, ia tetap memilih untuk bergerak dan memberikan apa yang mampu diberikannya.
Melalui program TMMD ke-130, Satgas Kodim 0209/Labuhanbatu terus menghadirkan pembangunan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kisah Suroto menjadi salah satu gambaran bahwa rumah dapat dibangun dengan material, tetapi harapan di dalamnya tumbuh dari semangat, doa, dan kebersamaan.
